Pop ads

Rabu, 22 Juni 2016

FEATURES-CINTA MONYET DALAM DIARYKU

CINTA MONYET DALAM DIARYKU
Oleh : KHARISMA
Dikala ibuku menjerit menahan rasa sakitnya yang tiada tertahan, namun semua itu terhenti disaat tangisan ku mulai terdengar ditelinganya. Wajahnya yang pucat kini mulai tersenyum disaat bidan mengendongku dihadapannya. Itulah hari Jumat 27 Oktober 1995 menjadi hari pertama aku melihat dunia. Sungguh terasa indah kasih sayang ayah dan ibu belum terbagi karena aku menjadi anak yang pertama. Aku dibesarkan dalam keluarga yang sederhana, rumah ku berdinding kayu dan atap daun rumbia tapi aku tumbuh besar dan menjadi pemuda yang tegar dan menjadi pemuda yang berkharisma sesuai dengan nama ku. Namun aku sedikit pengecut dengan wanita, dimana ada seorang yang menyimpan perasaan namun aku mengabaikannya karena ketidakberanian ku.
Pada usia 6 tahun pertama kali aku mencicipi pendidikan formal namun aku butuh perjuangan ekstra mengingat keadaan yang tidak bersahabat. Aku sekolah di MIN Indrapuri yang jauhnya kurang lebih 1 Km, tidak ada antar jemput seperti anak sekarang, aku harus berjuang mengayuh sepeda demi meraih cita-cita. Peperangan yang melanda negeri ku dimana GAM dan TNI berseteru hingga perang pecah menghantam tanah rencong bumi pertiwi aku cintai. Akibat keadaan ini seringkali sekolah di liburkan demi keselamatan kami semua. Hari demi hari aku mulai tumbuh menjadi anak yang tangguh pendidikan ku kini mulai bertambah selain bersekolah pada sore harinya aku harus belajar di TPA (Tempat Pengajian Al-Qur'an). Pada 26 Desember 2004 sebuah bencana yang melanda Aceh menjadi pukulan bagi kami anak-anak yang masih belajar meski sekolah ku tidak hancur namun akses pendidikan terputus dan lumpuh total, mengingat guru-guru kami sibuk mencari keluarganya yang hilang.
Aku ikut merasakan bencana yang menjadi perhatian dunia karena pada saat itu sedang mengunjungi nenek yang berada di Desa Meunasah Tuha Kecamatan Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar, namun pada hari sabtu kembali ke Indrapuri meninggalkan nenek disana tanpa ku duga keesokan harinya bencana yang melanda negeri merenggut nyawa nenek ku. Dan hari itu aku mulai berfikir aku boleh kehilangan masa lalu namun aku tidak boleh berhenti untuk meraih masa depan.
****
Setelah menyelesaikan sekolah dasar kini aku mulai merasakan nuansa baru dalam pendidikan yang berbasis pesantren dimana aku harus belajar siang malam. Di saat pertama kali sungguh rasanya tak seperti yang ku bayangkan, hidup bagaikan di balik geruji besi dan segudang aturan yang harus dijalankan terkadang aku mengeluh tapi jalan ini harus ku tempuh untuk membahagiakan orangtua yang ingin melihat senyuman diwajahku. Aku teringat masa lalu setelah pulang sekolah terkadang aku berlari menjelajahi sawah bersenda tawa dengan teman-teman di kala musim panen padi layangan menjadi penghibur jiwa, mengikuti perkembangan jiwa ku yang meranjak dewasa tapi kini wajahku mulai buram merasakan sensasi yang tak sesuai dengan batin ku. Belajar, belajar dan belajar menjadi rutinitas yang terkadang membosankan dan membuat batin ku tak tertahan, terkadang aku mengadu pada ibu agar aku di sekolahkan saja pada sekolah formal biasa.
Di suatu ketika dikala siang menyapa perut ku mulai bersuara menjerit memanggil nafsu untuk mengisi perut yang mulai kosong, pikiran ku akan makanan seperti aku makan sehari-hari di rumah, namun sontak jiwa ku tertuju dikala aku memasuki bilik makan yang tersedia di bawah tampung pesantren Al-Fauzul Kabir, mata ku mulai melirik kiri kanan ku lihat insan yang bernasib sama dengan ku mulai mengantri dengan sebuah piring di tangannya. Aku pun membayangkan pesantren bagaikan tempat pengungsian yang menampung korban bencana. Perut yang tadinya kosong sejenak aku lupakan melihat asa yang tak pernah terbayang, namun inilah sebuah jalan yang harus diperjuangkan untuk meraih suksesnya hidup yang akan datang.
****
Hari demi hari menghiasi perjalananku dipesantren ada yang menyenangkan namun bukan berarti tak ada yang menyebalkan selain belajar siang dan malam, belajar bahasa Arab dan bahasa Inggris serta kegiatan muhadharah yang rutin setiap minggu nya membuat aku merasa ingin meninggalkan pesantren ini dengan waktu cepat. Setiap minggu nya aku kembali ke rumah untuk merefresh kepala yang seakan berserabut di pesantren. Makan antri, mandi terkadang tak ada air, ditambah antrian panjang bagaikan beli minyak yang sedang langka.
Setelah selesai tingkat menengah pertama aku pun merangkak naik ke tingkat menengah atas, rasa penat yang ku alami 3 tahun ke belakang membuat ku tak lagi betah untuk menyambung rasa dilema yang melanda batin ku selama ini. MAN Indrapuri yang jauh dari rumah menjadi tempat ku berlabuh menjalankan nahkoda pendidikan demi mencapai selembaran kertas yang sangat berharga yang akan menjadi modal untuk menyambung ke tingkat yang lebih tinggi dan juga selembaran itu berguna untuk mencari kerja itulah lembaran yang di sebut ijazah.
Asa dan rasa kini mulai berbeda, kata yang menggambarkan masa SMA masa yang paling indah kini mulai kurasa dengan hadirnya cerita, canda tawa, kecewa, putus asa, bertindak gila bahkan masa yang seperti ini mulai tumbuh dalam hati benih yang dinamakan cinta, teman dan sahabat melengkapi alur cerita hidup ku di masa-masa SMA. Semua itu tercatat rapi dalam diary serta memory yang nantinya akan menjadi kisah inspirasi memberikan motivasi pada generasi selanjutnya. Sebuah kisah yang merenguk hati bila di ingat akan menghadirkan senyum di bibir, sebuah cinta monyet melanda diri ku yang crazy, aku malu bercerita namun untuk menambah bahan tulisan ku sepertinya patut untuk cantumkan untuk menghadirkan secuil tawa dan memutar kembali masa lalu yang telah lewat.
Suatu hari ketika guru memberi tugas kelompok di mana kelompok aku terdiri 5 orang, 3 orang cowok 2 orang cewek, namanya tugas kelompok yang bekerja hanya satu dua orang saja itu sudah menjadi tradisi dalam dunia pendidikan Indonesia. Pada hari itu bersama seorang wanita bekerja menyelesaikan tugas kelompok berdua saja, gokilnya sahabat aku yang bernama si Fulan mulai memecahkan suasana " ciiiiieeeeee kharisma........." teriaknya mempergaduh suasana kelas yang tenang disambut semua kawan-kawan suasana pun mulai riuh suara pun mulai pecah bagaikan ombak dihantam gelombang. Wajah ku mulai memerah memandang gadis yang di depan ku tersipu malu mendengar arus teriakkan lebay dari teman-teman ku semua.
Setelah kejadian hari itu teman-teman terus mengejek ku dan menjadi bahan gunjingan setiap hari, aku malu tapi aku mau, kecantikan gadis yang menjadi bahan gunjingan ku meruntuhkan rasa malu ku, sungguh aku terpana terselip namanya dalam do'a semoga ia merupakan tulang rusuk ku yang hilang. Hari kini mulai berwarna dengan hadirnya namanya dalam cerita hidup ku, setiap kami berjumpa tatapan kami mulai berkurang canda pun mulai tiada ini semua karena perasaan ditambah keadaan yang tidak menentu, sungguh ironi cerita yang diharapkan manis namun terselip malu yang mengganjal romantisnya cerita ini.
****
            Semua itu telah berlalu, aku terus berjalan meningalkan cerita yang menerpa hidup ku, lembaran putih abu-abu kini selesai sudah. Cerita baru menghampiri kini terjadi dibawah tampung UIN Ar-Raniry, 29 Agustus 2013 menjadi hari pertama menghirup udara kampus biru yang menjadi kebanggaan rakyat Aceh dan pada hari itu aku mulai mengenal budaya dan tradisi yang dibawa oleh insan yang mengejar mimpi bersandar cita-cita di UIN Ar-Raniry. Setelah tiga hari mengikuti Orientasi Pengenalan Akademik dan Kampus (OPAK), setelah itu 2 September 2013 kelas mulai terbentuk meskipun ini sementara, namun cukup bercerita dan kebanyakan dari mereka berlabuh dengan satu nahkoda mengantar kami sampai semester 6 hari ini.
            Semester pertama menjadi cerita baru dalam hidup ku tantangan pertama aku harus mengendarai sepeda motor melewati puluhan kilometer menuju Darussalam tempat aku kuliah saat ini. Tidak ada teman yang dekat atau aku sebut sahabat semuanya serba baru. Dahulu teman ku hanya berasal dari Aceh Besar saja kini aku mulai punya teman dari berbagai belahan tanah Rencong yang memiliki latarbelakang budaya yang berbeda. Misalnya Mursaha dari Aceh Selatan yang memiliki watak bersahabat atau Nonita dari Aceh Timur yang memiliki sifat yang ramah atau Syukrizal dari Aceh Utara yang bersahaja. Semua terlihat imut dalam bingkai persahabatan baru kami, disanalah awal terbentuk kelompok unit yang kami banggakan bernama KPI unit 7, namun seiring perubahan pengisian KRS dari manual ke sistem portal kemahasiswaan unit 7 berubah menjadi unit 5.
****
            Banyak cerita yang terselip selama aku kuliah salah satunya cerita ketika aku bergabung dengan Arafat dan Jabar, kami gila-gilaan dan seru-seruan di kost nya. Suatu hari tepatnya hari Jum'at karena belum kedewasaan kami, kami hanya lalai dalam rumah melupakan panggilan Tuhan yang berkumandang, kami malah asyik dengan batu domino sekaligus membuat yang kalah harus di cat mukanya, yang lebih tak beradab kami membuka aib sendiri dengar memposting foto kami main domino serta menulis statusnya "shalat Jum'at di rumah Arafat".
            Sebuaqh cerita seru yang ku rasakan pada semester 4 sekaligus kutukan nama ku di sandingkan dengan nama seorang gadis yang manis menawan dan terpesona lelaki yang memandang. Pada hari itu tak kusangka dia membawa setangkai bunga, tak sedikit pun terselip dalam pikiran ku bahwa bunga ini akan di berikan untuk ku. Dengan penuh semangat dia maju ke depan dengan setangkai bunga mawar merah, lalu dia menceritakan makna setiap warna bunga yang berbeda " merah tanda berani, kalau kuning tanda ceria dan begitu juga warna pink menunjukkan romantis " di ujung cerita berkata " bunga ini cuma  ada satu gak mungkin aku bagikan ke kalian semua jadi aku serahkan untuk Kharisma aja ".
            Mukaku mulai memerah karena malu yang tertahankan, ditambah lagi teriakan dari teman-teman yang memecah kan suasana hening, semua kalang kalut tak percaya akan keberanian seorang wanita memberikan bunga kepadaku yang sangat lugu ini, ibu Ade Irma yang menjadi pengasuh mata kuliah pun sontak terdiam tak tau harus berbuat apa, melihat anak didiknya yang riuh dan mulai mengganggu kelas lain, kelas sebelah pun dating menegur kami yang sangat ribut, dan ibu Ade pun meminta maaf kepada dosen sebelah.
            Itulah cerita yang membuat teman-teman menyebut aku sebagai pasangan Dara gadis yang manis itu, aku suka tapi aku tak berdaya melihat keadaan ku yang serba tiada jika dilihat segala sisi maka semua sisi itu ada kekurangan, kurang ganteng, kurang kaya, serta kurang keberanian ku untuk mengambil kesempatan emas yang terpampang di depan ku. Banyak orang yang menyukainya namun mereka tak mendapat kesempatan seperti ku, terkadang aku berfikir aku maju untuk mengambilnya atau aku mundur untuk merelakannya. Banyak teman-teman yang mendorong aku untuk menembak dara, namun aku mengetahui bahwa hatinya sudah ada yang memiliki, meski kecewa aku tetap bersabar dengan selogan ku " sebelum janur kuning melengkung, dia bukan milik siapa-siapa ".
****
            Semoga cerita ini dapat memberi motivasi untuk ku bahwa hidup ini kita akan di cinta serta kita akan di cintai orang lain. Perjalanan ini masih panjang namun cerita ini ku cukupkan sekian, bukan karena tak ada lagi bahan, namun waktu mulai di larutkan malam, mata pun mulai sendu mengisahkan masa lalu dan dalam hatipun mulai ada rasa rindu, rindu ingin bertemu, menyapa, bercanda tawa serta rindu ingin menyatu dalam mahligai cinta Allah bagaikan Adam bersatu dengan Hawa, Ibrahim bersandar pada Sarah atau Yusuf yang di peluk Zulaikha dan ku dambakan romantisnya Nabi Muhammad dengan Aisyah.

            

Sabtu, 28 Mei 2016

OPINI - ISLAM DAN TANTANGAN MASA DEPAN

ISLAM DAN TANTANGAN MASA DEPAN

Islam datang dengan penuh kelembutan yang  dibawa oleh manusia yang penuh teladan yang diakui kebenarannya oleh lawan dan kawan. Islam tidak hanya mengatur urusan ibadah semata namun Islam adalah agama yang komprehensif yang mengatur segala sisi kehidupan manusia. Pada awal mulanya Islam sudah mendapat perhatian dari bangsa Arab dan sekitarnya. Nabi Muhammad yang lahir pada 12 Rabiul Awal, tahun gajah, di kota Mekkah setelah mendapat wahyu dari Allah, Nabi Muhammad mulai menyampaikan risalahnya kepada umat, berbagai tantangan dan halangan menerpa perjuangan beliau, namun semua itu tidak menurun semangat beliau untuk menegakkan kebenaran. Beliau membawa Islam dengan penuh kelembutan tak satu helai pun bulu dari umatnya yang runtuh karena kekerasan Islam. Beliau juga berpesan tidaklah di katakan muslim bila ia tidak mampu melindungi orang disampingnya dari gangguan lisan dan tangannya.
Setalah Rasulullah wafat perjuangan Islam terus dilanjutkan oleh para sahabat dan para ulama, dan Islam berkembang pesat menuju daratan Eropa hingga sejumlah negara Asia, Afrika, dan Amerika. Islam di bawa dengan persahabatan dan rasa persaudaraan tanpa ada diskriminasi dan paksaan sedikitpun kepada orang mau memeluk agama Islam. Islam hadir dengan selogannya agama Rahmatal lil alamin menjelajahi dunia membawa kedamaian dan kebenaran serta menyelamatkan manusia dari segala mala petaka.

Islam di Mata Dunia Saat Ini

Islam dengan selogannya rahmatal lil alamin yang membawa kebenaran dan kedamaian ditolak tegas oleh sejumlah negara Eropa dan Amerika, hal ini disebabkan oleh sejumlah aksi kriminal dan tindakan teroris seperti Osama bi Laden, Pergerakan Islamic State of Iraq and Suriah (ISIS), Al-Qaeda, Taliban dan lain sebagainya. Itu semua yang menyebabkan Islam dipandang agama teroris, bahkan sejumlah negara Eropa dan Amerika telah menyuarakan anti Islam. Di Francis misalnya dimana perempuan-perempuan muslim dilarang untuk menggunakan jilbab. Ini merupakan pandangan mereka seakan-akan Islam itu menjadi ancaman bagi kehidupan mereka. Meskipun pada kenyataannya Islam hidup bersahabat dengan masyarakat non-muslim, namun kondisi atau situasi yang dilakukan oleh ISIS telah berdampak besar kepada umat Islam di dunia. Keadaan ini sungguh memperihatinkan di tambah lagi dengan pemberitaan sejumlah kalangan media massa dunia yang terus memojokkan Islam, bahkan ada sejumlah media secara gamblang menulis Islam adalah agama teroris.
Solusi untuk Masa yang akan Datang
Menanggapi permasalahan diatas sepertinya perlu kerja keras semua umat Islam yang ada di dunia saat ini menunjukkan makna Islam yang sesungguhnya, bahwa Islam tidak pernah mengajarkan kekerasan dan bukanlah agama teroris. Selain itu Islam harus menguasai media dan menguasai teknologi agar tidak kalah saing dengan masyarakat non-muslim. Teungku Muhammad Yusuf (Tusop) dalam paparannya dipengajian Inspirasi Qalbu bersama Kaukus Wartawan Peduli Syariat (KWPSI) di Rumoeh Aceh Kupi di Lingkee. Menjelaskan bahwa Islam saat ini dipandang dari penganutnya bukan dari isi ajarannya sehingga masyarakat Islam tidak lagi sepenuhnya menjalankan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Rasulullah menyatakan shalat itu tiang agama, barang siapa yang mendirikan shalat maka dia sedang menegakkan agama, dan barang siapa yang meninggalkan shalat maka dia telah meruntuhkan agama.
Jika dilihat masa kini berapa banyak presentase orang mendirikan shalat dengan orang yang meninggalkan shalat dan dari itu bisa kita ukur agama Islam sedang ditegakkan atau sedang dihancurkan. Maka salah satu solusinya adalah kembali kepada keluarga seorang ayah dan ibu harus mengajarkan shalat dan menyuruh melaksanakan shalat sejak usia dini serta membangun keluarga yang sesuai dengan nilai-nilai Islam, dengan itu perintah Allah dalam Al-Qur’an : jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka. Maksudnya menjaga dirinya dan keluarga dari perbuatan yang menyimpang atau mengganggu kenyamanan orang lain serta dari tindakan kriminal teroris, dan yang lebih penting menjaga dari bahaya kebodohan.

Harapan Islam di Masa yang Akan Datang

            Islam pada hakikatnya telah menunjukkan kehebatannya pada dunia, namun dengan kondisi yang terjadi pada saat ini nilai Islam telah tercoret dimata dunia. Oleh karena itu semua umat harus saling bekerja sama untuk menghidupkan kembali nilai-nilai Islam seperti yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Jika saja umat Islam berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Hadis, serta mengenyampingkan perbedaan Islam akan berdiri tegak serta dihormati oleh kawan dan lawan. Islam akan menjadi agama yang populer serta disegani oleh umat non-muslim juga akan dikagumi oleh seluruh umat manusia. Islam akan berdiri tegak serta menjadi agama kebanggaan umat Islam sesungguhnya sampai kapan pun bahkan satu hari sebelum kiamat.

Wassalam :

Kharisma

Mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam di UIN Ar-Raniry Banda Aceh.




Sumber bacaan :

Hasan Basri M Nur, Ahmad Zaki Husaini, Geografi Islam, Banda Aceh; Yayasan Al-mukarramah,2015, cet. Ke-1

H.M. Yusuf A.Wahab, Pengajian KWPSI Inspirasi Qalbu, Banda Aceh; Rumoh Aceh Kupi Luwak;2015


Samsul Nizar, Sejarah Pendidikan Islam, Kencana Prenada Media Group, Jakarta; 2009

http://liputanislam.com/kajian-islam/takfirisme/mencanangkan-masa-depan-islam-tanpa-kekerasan/






Jumat, 27 Mei 2016

PUISI HARAPAN

HARAPAN

Aku tau apa yang kamu nanti
Tapi aku belum mampu untuk melakukan
Bukan pula kelebihanmu yang kuragukan
Bukan pula kekuranganmu yang kupertimbangkan

Hanya saja diriku yang belum seperti diharapkan
Aku bukan saidina Ali
Tapi aku mengharapkanmu yang lembut seperti Fatimah Az-Zahara

Aku tak sekaya Sulaiman
Tapi aku berharap dirimu secantik Bilqis
Aku tak setampan Yusuf
Tapi aku ingin cintaimu setulus Zulaikha

Berikan aku waktu untuk belajar
Menjadi imam yang akan membimbingmu menjadi wanita sholehah
Dan padamu suatu hari nanti......

Aku titipkan harta dan anak-anakku padamu.....

PUISI HARAPAN YANG TAK SAMPAI

HARAPAN YANG TAK SAMPAI
Penulis : Aariis
Makasih ya buat semuanya
Tapi maaf
Saya menyerah
Bukan saya tak ingin berjuang lagi
Tapi.......

Mencintai sepihak
Bukanlah cinta yang wajar
Saya sadar kau siapa
Dan saya siapa ?

Semakin lama kita bersama
Semakin sakit yang kurasakan
Apa mencintaimu sesakit ini
Maaf karena telah berfikir kau juga mencintaiku

Maaf karena saya begitu mengharapkanmu
Maaf karena membuatmu terganggu dengan hadirku di hidupmu
Bagaimana pun kita mencoba hasilnya akan tetap sama

Terima kasih...................
Karena denganmu saya bisa mengerti bagaimana rasanya tak dianggap
Dan saya hanya sebagai tempat persinggahanmu
Bukan sebagai tujuanmu.......

Kita bagaikan awan dan lautan yang tak kan pernah satu
Sekarang saya memilih mencintaimu

Dalam DIAM............

Jumat, 20 Mei 2016

GETARAN QALBU

Di balik kain hitam yang membalut tubuhnya yang ramping bunga-bunga yang berwarna-warni melekat pada kain yang melingkar di kepalanya, sesekali ia memutar kepalanya kekiri. Ada 4 lelaki dalam satu baris kursi empuk yang tersusun rapi pada ruang teater Fakultas Dakwah & Komunikasi. Sekilas terlihat dua bola matanya menatap syahdu bagaikan pujangga yang menahan rindu sosok sebelah kiri yang menjadi tujuan tatapannya. Lelaki yang paling dikenal di seluruh fakultas tersebut.
Senyuman manis menghiasi raut wajahnya dikala tatapan yang diberikan dibalas dengan perasaan tersembunyi dalam dada, rasa malu pun menghampiri ia menapik meninggalkan balasan tatapan dari sang tujuan tatapan matanya yang dia nantikan C.I.N.T.A nya.
Ditengah rasa malu yang membenamkan tatapannya, ia masih mencoba mencuri-curi pandang kepada sosok lelaki yang memakai kemeja hijau lengan panjang, dengan rambutnya rebah bagaikan padi yang ditimpa angin. Entah apa yang terbesit pada lelaki yang merasa dirinya merasa mendapat lirikan, ia pun berkata dengan suara yang agak bimbang “ sungguh ini menggetarkan hati saya. Tapi ini tak mungkin terjadi, ada seseorang wanita yang menaruh perasaan kepada saya, karna saya merasa diri saya tidak begitu tampan seperti pria-pria lain. Tetapi kalau ada juga, saya menerima ia dengan segala apa adanya.“
Suasana dalam ruang mulai panas mahasiswa mulai berdebat mengenai presentasi analisis iklan baliho. Ada mahasiswa lain yang membesarkan suaranya, beraduan mulut pun sudah tak terhindarkan lagi. Namun lelaki dan wanita yang mabuk cinta tak terkutik dengan panasnya suasana ruangan yang penuh dengan debat antar mahasiswa yang sedang mengikuti mata kuliah periklanan.
Sekian dulu ya .......


Jumat, 29 April 2016

Kaum Muda Sebagai Tiang Budaya Demokrasi

Kaum Muda Sebagai Tiang Budaya Demokrasi
Demokrasi asal katanya dari demokratos adalah  gabungan dari dua kata yaitu demos dan kratos yang berasal dari bahasa Yunani. Demos artinya rakyat sedangkan kratos adalah pemimpin atau suatu pemerintahan dan yang memegang suatu peranan yang sangat penting dan sangat menentukan.
Pendapat sebagian orang agar mudah mengartikan arti sesuai yang terjadi dalam kehidupan mereka adalah rasa yang ditimbulkan di dalam hati seseorang tanpa adanya rasa egois dalam mengambil sebuah  keputusan yang akan dijalani bersama-sama. Contohnya pemimpin dalam mengatur rakyatnya yaitu dengan cara mempertimbangkan pendapat dari rakyatnya. Demokrasi juga dapat diartikan dengan  menerima semua  kritikan yang membangun dan mengarah kepada kebaikan tanpa mementingkan pendapat yang dikeluarkannya sendiri.
Salah satu ciri demokratis adalah dengan memperbanyak partai politik dengan cara partai politik  harus lebih  dari satu. Mengapa saya katakan  seperti itu ? Karena apabila partai hanya ada satu, pemilu tidak akan  ada karena sudah pasti partai itu akan  menang. Namun, dengan adanya banyak partai, rakyat dapat memilih partai yang menurutnya baik untuk di jadikan pemenang dari pemilu tersebut. Dengan menangnya partai yang di pilih mereka akan membuat mereka bahagia karena sesuai dengan yang diinginkan.
Perkembangan nilai-nilai demokratis di sekolah juga perlu diterapkan untuk menghadapi era globalisasi yang diyakini akan menghadirkan banyak perubahan global. Seiring dengan majunya peradaban bangsa di dunia. Itu artinya dunia pendidikan bermutu untuk mengajarkan dan menyiapkan generasi yang demokratis. Sehingga demokrasi pada kaum pemuda tak akan pernah luntur di tengah-tengah konfliknya peradaban ini.
Kaum muda adalah orang yang akan menegakkan demokrasi. Maka  cara menegakkan demokrasi yang sesungguhnya adalah dengan memberitahukan kepada anak-anak, remaja, dewasa, dan orang tua. Namun, budaya demokrasi akan hilang apabila tidak ditegakkan dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Banyak orang mengatakan bahwa yang membentuk budaya demokrasi adalah hati nurani diri kita sendiri memang iya. Namun, bukankah hati nurani itu akan mengikuti apa yang kita lihat dan rasakan dalam kejadian demokrasi tidaknya suatu negara.
Sering kita lihat dalam kehidupan sehari-hari budaya demokrasi sekarang sudah tidak diperhatikan lagi oleh orang-orang yang memiliki jabatan dan dapat mengatur rakyat sesuai dengan keinginannya sendiri tanpa memperhatikan keadaan rakyat.
Memelihara budaya demokrasi itu susah. Namun, apabila diajarkan budaya demokrasi itu kepada semua orang pastinya budaya demokrasi akan kuat dan tumbuh kembali. Cara mengajarkan demokrasi adalah dengan memberi siraman rohani yang isinya tentang   demokrasi seperti halnya demokrasi dalam negara. Banyak orang menilai bahwa demokrasi dalam negara itu tidak terlalu penting padahal yang sangat penting adalah demokrasi untuk menciptakan keamanan suatu negara agar semua rakyatnya merasa bahagia karena sesuai dengan apa yang diharapkan mereka.
Penciptaan kaum muda untuk demokrasi juga boleh dengan cara mengajarkan bagaimana untuk, menjadi generasi yang demokratis mulai dari tingkat rendah hingga tingkat tinggi oleh keluarga, sahabat, kawan-kawan, dan lain-lain yang terpenting orang terdekatnya karena mudah untuk di kompromikan.
Dalam kehidupan bermasyarakat, sangat di perlukan kerjasama untuk menciptakan kesejahteraan bersama. Sikap saling menghormati sangat di perlukan dalam kehidupan. Jika masing masing orang hanya menonjolkan kepentingan pribadinya, niscaya upaya pencapaian negara yang demokrasi akan terhambat.
          Dalam usaha mempraktekkan budaya demokrasi, kita kadang-kadang mengalami kegagalan, tetapi itu semua tidak mengendurkan niat kita untuk terus memperbaiki budaya demokrasi. Apabila budaya demokrasi terus di praktekkan dalam kehidupan, maka demokrasi itu akan tetap terjaga.
           Usaha yang harus dilakukan dalam kehidupan menegakkan demokrasi adalah dengan menjunjung tinggi persamaan, tidak mendeskriminasi terhadap golongan satu dan yang lain, bersikap adil dan bijaksana.
Perilaku budaya politik demokrasi yang perlu kita kembangkan dalam kehidupan sehari-hari antara lain menjunjung tinggi persamaan, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban membudayakan sikap bijak dan adil, membiasakan musyawarah mufakat dalam mengambil keputusan serta mengutamakan persatuan dan kesatuan nasional.
Di dalam keluarga seorang ayah dan ibu berusaha mendidik anak-anaknya agar menjadi orang yang dapat menjalankan demokrasi. Terkadang anak-anak yang didik oleh orang tua juga masih kurang dalam memehami apa itu arti sebenarnya demokrasi. Itu semua disebabkan oleh ilmu yang dimiliki oleh keluarga juga masih sangat sedikit dan cara yang di ajarkan juga tidak seperti guru ajarkan. Kalau guru yang mengajarkan murid-muridnya dengan cara menjelaskan sedetail mungkin agar anak didiknya memahami itu.
Hal lain yang dapat diajarkan kepada kaum muda adalah dengan mengajarkan cara dan sikap dalam bermusyawarah dan sikap adil di antara temannya, karena apabila dibiasakan dalam hal kecil maka hal besar pun ikut dibiasakannya. Mengambil suatu keputusan alangkah lebih baiknya dengan  melakukan musyawarah agar terbiasa dalam mengambil keputusan karena mengambil keputusan secara musyawarah akan mendapatkan hasil yang lebih memuaskan.
Tanpa adanya partisipatasi dari para pemuda sudah tentu budaya demokrasi itu tidak akan berjalan baik, karena dapat disimpulkan bahwa kaum pemuda adalah akar dari budaya demokrasi itu sendiri. Contohnya, sebatang pohon jika tidak ada akar yang kuat apakah pohon itu akan kuat untuk menghasilkan buah yang dapat di ambil manfaat. Itu adalah seperti kaum muda apabila kaum muda tidak kuat dan benar-benar menerapkan budaya demokrasi sebagai landasan suatu negara.
Demokrasi di ibaratkan seperti pohon. Akar diumpamakan kaum muda, batang sebagai orang-orang yang menjalaninya, buah serta daun di ibaratkan negara. Jika akar atau kaum muda tidak benar-benar berjalan dengan baik maka orang-orang yang menjalani juga akan merasa malas  karena batang mendapatkan cadangan  dari akar karena batang adalah oarng yang akan mengikuti. Daun serta buah tidak akan pernah menghasilkan buah yang dapat di manfaatkan karena buahya kekurangan air yang dihasilkan oleh akar.
Untuk memulai budaya demokrasi harus dengan cara-cara yang baik agar demokrasi pun terbentuk secara baik tanpa adanya unsur paksaan. Salah satu contoh dari dampak apabila demokrasi tidak di tegakkan secara baik adalah dengan munculnya demo antara pelajar dan yayasan karena tidak adanya musyawarah makanya muncul perselisihan.
Dengan adanya demokrasi juga akan menolong terjadinya pemerintahan yang kejam dan licik. Kenapa saya katakan seperti itu ? Karena apabila pemimpin yang memimpin suatu negara sedangkan dia tidak mengerti itu demokrasi pasti dia akan berbuat sesuai yang dikehendaki oleh dirinya sendiri tanpa memikirkan rakyatnya.
Mungkin banyak diantara kita yang masih beranggapan bahwa demokrasi itu tidak penting untuk kaum muda karena kaum muda usianya masih labil untuk apa memikirkan demokrasi yang dijalankan oleh orang-orang dewasa. Padahal sebenarnya demokrasi itu wajib dipikirkan oleh kaum muda karena kaum muda itu akan menjadi pengganti pemimpin untuk masa depan. Dengan mengetahui demokrasi yang terjadi sekarang ini bagus tidaknya. Makanya kita sebagai kaum muda harus melakukan yang lebih baik lagi ke depannya.
Sesungguhnya negara yang demokrasi itu akan maju apabila orang-orang yang menetapi suatu negara bersikap demokrasi tinggi sehinga meciptakan  budaya demokrasi tidak hanya terjadi dalam keluarga tetapi juga dalam masyarakat luas. Mungkin susah untuk menghidupkan kembali budaya demokrasi di Indonesia. Karena Indonesia sudah banyak hilang budaya demokrasi yang contohnya munculnya gerakan-gerakan rakyat maupun pemerintahan yang hanya mementingkan kepentingan sendiri.
Dengan adanya budaya demokrasi juga dapat terbentuknya jaminan kebebasan yang lebih luas bagi warga negaranya dan membantu rakyat untuk memberi kebebasan yang sebesar-besarnya bagi yang akan menggunakan kebebasannya atau hak asasi manusia (HAM). Banyak kaum muda sekarang yang tidak mau ikut serta dalam mempertimbangkan demokrasi atau acuh tak acuh.
Lihatlah kaum muda sekarang yang tidak mementingkannya lagi dengan cara banyak kaum muda yang tidak sekolah sedangkan sekolah adalah salah satu sarana kaum muda untuk belajar dan memahami itu. Dengan menciptakan geng-geng seperti punk dan emo yang hanya diam dan bermain-main tanpa memikirkan apa yang terjadi sekarang karena kurangnya ilmu yang di dapat terbatas.
Pendapat seorang pelajar berbeda dengan seorang yang tidak belajar. Seorang pelajar mengetahui apa yang akan dilakukannya untuk membentuk gagasan yang lebih baik kedepannya sedangkan seorang yang tidak terpelajar pasti tidak terpikir pun di pikiran mereka untuk membentuk gagasan  yang lebih baik lagi kedepanya dengan terbatasnya daya pikir yang dimiliki.
Yang menegak demokrasi bukan hanya seorang pemimpin tetapi juga diri kita sendiri. Beberapa hal yang akan di dapat dari demokrasi adalah sebagai berikut.
a.       Menyelesaikan perselisihan secara damai dan lembaga.
b.      Menjamin terselenggara perubahansecara damai dalam suatu masyarakat yang sedang berubah.
c.       Menyelesaikan pergantian pemimpin secara teratur tidak adanya penbedaan keanekaragaman (RAS).
d.      Menjamin keadilan dan musyawarah dalam masyarakat.
Yang dapat mendukung tetep tegaknya prinsip-prinsip demokrasi melalui hal-hal berikut ini :
a.       Pemerintah yang bertanggung jawab.
b.      Lembaga perwakilan rakyat yang menyalurkan inspirasi rakyat dan mengadakan pengawasan.
c.       Pembentukkan organisasi atau adanya partai politik.
d.      Media massa yang bebas untuk menyalurkan pendapat.
e.       Sistem keadilan yang bebas untuk menjamin pertahanan keadilan.
Sikap yang harus dikembangkan untuk membudidayakan perilaku yang mendukungtegaknya prinsip demokrasi adalah sebagai berikut :
a.       Tidak ada rasa curiga serta memberi kapercayaan satu sama lain.
b.      Membiasakan dialog atau musyawarah unuk menyelesaikan masalah supaya timbulnya sikap saling menghargai pendapat oang lainatau toleransi.
c.       Menghargai kelompok minoritas.
d.      Mengutamakan kepentingan umum dari pada kepentingan pribadi.
Hal-hal diatas harus di lakukan oleh kaum muda, agar negara kita bebas dari budaya yang tidak demokrasi. Sebagai kaum muda yang akan membangun demokrasi maka mulailah dari hal kecil seperti menghargai pendapat teman-teman dan jangan memilih-memilih teman dengan unsur deskriminasi. Budayakan deskriminasi di lingkungan sekolah karena dilingkungan sekolahlah kita dapat berbaur dengan teman-teman dan disekolahlah kita dapat mengambil pelajaran yang baik-baik untuk di terapkan dalam kehidupan sehari-hari  bertujuan sebagai berikut :
a.       Bersedia bergaul dengan teman-teman sekolah tanpa membeda-bedakan yang cantik dan yang jelek.
b.      Menerima teman-teman yang berbeda latar belakangnya budaya,ras,dan agama.
c.       Menghargai pendapat teman meskipun pendapat itu berbeda dengan pendapat kita mengutamakan musyawarah.
d.      Membuat kesempatan untukmenyelesaikan masalah.
Dan  budaya demokrasi dapat juga dilakukan dalam lingkungan masyarakat agar sikap saling menghormati dapat terbentuk sikap saling menghormati tanpa menonjolkan kepentingan dan semua urusan yang mementingkan urusan pribadi. Ada beberapa cara yaitu :
a.       Mengatasi permasalahan yang timbul dengan kepala dingin.
b.      Saling membantu dalam menyelesaikan masalah yang berkenaan dengan masyarakat.
c.       Menyelesaikan masalah dengan kompromi.
d.      Tidak adanya deskriminasi antara satu dengan lainnya
e.       Tidak ingin menang sendiri.
f.       Sering-sering melakukan gotong royong agar uhkhuwah terbentuk.

Sekian dari saya mudah mudahan teman-teman dapat menjadi kaum muda yang dapat menjadikan Indonesia sebagai negara yang memiliki demokrasi yang kuat dan aman serta dapat menjadikan indonesia negara yang penuh keadilan dan ketentraman.