Pop ads

Sabtu, 28 Mei 2016

OPINI - ISLAM DAN TANTANGAN MASA DEPAN

ISLAM DAN TANTANGAN MASA DEPAN

Islam datang dengan penuh kelembutan yang  dibawa oleh manusia yang penuh teladan yang diakui kebenarannya oleh lawan dan kawan. Islam tidak hanya mengatur urusan ibadah semata namun Islam adalah agama yang komprehensif yang mengatur segala sisi kehidupan manusia. Pada awal mulanya Islam sudah mendapat perhatian dari bangsa Arab dan sekitarnya. Nabi Muhammad yang lahir pada 12 Rabiul Awal, tahun gajah, di kota Mekkah setelah mendapat wahyu dari Allah, Nabi Muhammad mulai menyampaikan risalahnya kepada umat, berbagai tantangan dan halangan menerpa perjuangan beliau, namun semua itu tidak menurun semangat beliau untuk menegakkan kebenaran. Beliau membawa Islam dengan penuh kelembutan tak satu helai pun bulu dari umatnya yang runtuh karena kekerasan Islam. Beliau juga berpesan tidaklah di katakan muslim bila ia tidak mampu melindungi orang disampingnya dari gangguan lisan dan tangannya.
Setalah Rasulullah wafat perjuangan Islam terus dilanjutkan oleh para sahabat dan para ulama, dan Islam berkembang pesat menuju daratan Eropa hingga sejumlah negara Asia, Afrika, dan Amerika. Islam di bawa dengan persahabatan dan rasa persaudaraan tanpa ada diskriminasi dan paksaan sedikitpun kepada orang mau memeluk agama Islam. Islam hadir dengan selogannya agama Rahmatal lil alamin menjelajahi dunia membawa kedamaian dan kebenaran serta menyelamatkan manusia dari segala mala petaka.

Islam di Mata Dunia Saat Ini

Islam dengan selogannya rahmatal lil alamin yang membawa kebenaran dan kedamaian ditolak tegas oleh sejumlah negara Eropa dan Amerika, hal ini disebabkan oleh sejumlah aksi kriminal dan tindakan teroris seperti Osama bi Laden, Pergerakan Islamic State of Iraq and Suriah (ISIS), Al-Qaeda, Taliban dan lain sebagainya. Itu semua yang menyebabkan Islam dipandang agama teroris, bahkan sejumlah negara Eropa dan Amerika telah menyuarakan anti Islam. Di Francis misalnya dimana perempuan-perempuan muslim dilarang untuk menggunakan jilbab. Ini merupakan pandangan mereka seakan-akan Islam itu menjadi ancaman bagi kehidupan mereka. Meskipun pada kenyataannya Islam hidup bersahabat dengan masyarakat non-muslim, namun kondisi atau situasi yang dilakukan oleh ISIS telah berdampak besar kepada umat Islam di dunia. Keadaan ini sungguh memperihatinkan di tambah lagi dengan pemberitaan sejumlah kalangan media massa dunia yang terus memojokkan Islam, bahkan ada sejumlah media secara gamblang menulis Islam adalah agama teroris.
Solusi untuk Masa yang akan Datang
Menanggapi permasalahan diatas sepertinya perlu kerja keras semua umat Islam yang ada di dunia saat ini menunjukkan makna Islam yang sesungguhnya, bahwa Islam tidak pernah mengajarkan kekerasan dan bukanlah agama teroris. Selain itu Islam harus menguasai media dan menguasai teknologi agar tidak kalah saing dengan masyarakat non-muslim. Teungku Muhammad Yusuf (Tusop) dalam paparannya dipengajian Inspirasi Qalbu bersama Kaukus Wartawan Peduli Syariat (KWPSI) di Rumoeh Aceh Kupi di Lingkee. Menjelaskan bahwa Islam saat ini dipandang dari penganutnya bukan dari isi ajarannya sehingga masyarakat Islam tidak lagi sepenuhnya menjalankan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Rasulullah menyatakan shalat itu tiang agama, barang siapa yang mendirikan shalat maka dia sedang menegakkan agama, dan barang siapa yang meninggalkan shalat maka dia telah meruntuhkan agama.
Jika dilihat masa kini berapa banyak presentase orang mendirikan shalat dengan orang yang meninggalkan shalat dan dari itu bisa kita ukur agama Islam sedang ditegakkan atau sedang dihancurkan. Maka salah satu solusinya adalah kembali kepada keluarga seorang ayah dan ibu harus mengajarkan shalat dan menyuruh melaksanakan shalat sejak usia dini serta membangun keluarga yang sesuai dengan nilai-nilai Islam, dengan itu perintah Allah dalam Al-Qur’an : jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka. Maksudnya menjaga dirinya dan keluarga dari perbuatan yang menyimpang atau mengganggu kenyamanan orang lain serta dari tindakan kriminal teroris, dan yang lebih penting menjaga dari bahaya kebodohan.

Harapan Islam di Masa yang Akan Datang

            Islam pada hakikatnya telah menunjukkan kehebatannya pada dunia, namun dengan kondisi yang terjadi pada saat ini nilai Islam telah tercoret dimata dunia. Oleh karena itu semua umat harus saling bekerja sama untuk menghidupkan kembali nilai-nilai Islam seperti yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Jika saja umat Islam berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Hadis, serta mengenyampingkan perbedaan Islam akan berdiri tegak serta dihormati oleh kawan dan lawan. Islam akan menjadi agama yang populer serta disegani oleh umat non-muslim juga akan dikagumi oleh seluruh umat manusia. Islam akan berdiri tegak serta menjadi agama kebanggaan umat Islam sesungguhnya sampai kapan pun bahkan satu hari sebelum kiamat.

Wassalam :

Kharisma

Mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam di UIN Ar-Raniry Banda Aceh.




Sumber bacaan :

Hasan Basri M Nur, Ahmad Zaki Husaini, Geografi Islam, Banda Aceh; Yayasan Al-mukarramah,2015, cet. Ke-1

H.M. Yusuf A.Wahab, Pengajian KWPSI Inspirasi Qalbu, Banda Aceh; Rumoh Aceh Kupi Luwak;2015


Samsul Nizar, Sejarah Pendidikan Islam, Kencana Prenada Media Group, Jakarta; 2009

http://liputanislam.com/kajian-islam/takfirisme/mencanangkan-masa-depan-islam-tanpa-kekerasan/






Jumat, 27 Mei 2016

PUISI HARAPAN

HARAPAN

Aku tau apa yang kamu nanti
Tapi aku belum mampu untuk melakukan
Bukan pula kelebihanmu yang kuragukan
Bukan pula kekuranganmu yang kupertimbangkan

Hanya saja diriku yang belum seperti diharapkan
Aku bukan saidina Ali
Tapi aku mengharapkanmu yang lembut seperti Fatimah Az-Zahara

Aku tak sekaya Sulaiman
Tapi aku berharap dirimu secantik Bilqis
Aku tak setampan Yusuf
Tapi aku ingin cintaimu setulus Zulaikha

Berikan aku waktu untuk belajar
Menjadi imam yang akan membimbingmu menjadi wanita sholehah
Dan padamu suatu hari nanti......

Aku titipkan harta dan anak-anakku padamu.....

PUISI HARAPAN YANG TAK SAMPAI

HARAPAN YANG TAK SAMPAI
Penulis : Aariis
Makasih ya buat semuanya
Tapi maaf
Saya menyerah
Bukan saya tak ingin berjuang lagi
Tapi.......

Mencintai sepihak
Bukanlah cinta yang wajar
Saya sadar kau siapa
Dan saya siapa ?

Semakin lama kita bersama
Semakin sakit yang kurasakan
Apa mencintaimu sesakit ini
Maaf karena telah berfikir kau juga mencintaiku

Maaf karena saya begitu mengharapkanmu
Maaf karena membuatmu terganggu dengan hadirku di hidupmu
Bagaimana pun kita mencoba hasilnya akan tetap sama

Terima kasih...................
Karena denganmu saya bisa mengerti bagaimana rasanya tak dianggap
Dan saya hanya sebagai tempat persinggahanmu
Bukan sebagai tujuanmu.......

Kita bagaikan awan dan lautan yang tak kan pernah satu
Sekarang saya memilih mencintaimu

Dalam DIAM............

Jumat, 20 Mei 2016

GETARAN QALBU

Di balik kain hitam yang membalut tubuhnya yang ramping bunga-bunga yang berwarna-warni melekat pada kain yang melingkar di kepalanya, sesekali ia memutar kepalanya kekiri. Ada 4 lelaki dalam satu baris kursi empuk yang tersusun rapi pada ruang teater Fakultas Dakwah & Komunikasi. Sekilas terlihat dua bola matanya menatap syahdu bagaikan pujangga yang menahan rindu sosok sebelah kiri yang menjadi tujuan tatapannya. Lelaki yang paling dikenal di seluruh fakultas tersebut.
Senyuman manis menghiasi raut wajahnya dikala tatapan yang diberikan dibalas dengan perasaan tersembunyi dalam dada, rasa malu pun menghampiri ia menapik meninggalkan balasan tatapan dari sang tujuan tatapan matanya yang dia nantikan C.I.N.T.A nya.
Ditengah rasa malu yang membenamkan tatapannya, ia masih mencoba mencuri-curi pandang kepada sosok lelaki yang memakai kemeja hijau lengan panjang, dengan rambutnya rebah bagaikan padi yang ditimpa angin. Entah apa yang terbesit pada lelaki yang merasa dirinya merasa mendapat lirikan, ia pun berkata dengan suara yang agak bimbang “ sungguh ini menggetarkan hati saya. Tapi ini tak mungkin terjadi, ada seseorang wanita yang menaruh perasaan kepada saya, karna saya merasa diri saya tidak begitu tampan seperti pria-pria lain. Tetapi kalau ada juga, saya menerima ia dengan segala apa adanya.“
Suasana dalam ruang mulai panas mahasiswa mulai berdebat mengenai presentasi analisis iklan baliho. Ada mahasiswa lain yang membesarkan suaranya, beraduan mulut pun sudah tak terhindarkan lagi. Namun lelaki dan wanita yang mabuk cinta tak terkutik dengan panasnya suasana ruangan yang penuh dengan debat antar mahasiswa yang sedang mengikuti mata kuliah periklanan.
Sekian dulu ya .......