Pop ads

Senin, 03 Oktober 2016

resume mata kuliah perencanaan humas

NAMA            : KHARISMA
NIM                : 411307145
UNIT              : 5
MK                  : PERENCANAAN HUMAS

RESUME

1.      MANEJEMEN KOMUNIKASI DAN ORGANISASI
Komunikasi diartikan “ memberi makna” atau “tranfer informasi” atau pesan-pesan (message) dari komunikator kepada komunikan. Melalui transfer informasi terjadi proses interpretasi. Dengan adanya sistem manajemen komunikasi ini maka organisasi/perusahaan yang ingin perusahaannya berjalan dengan baik, harus memperhatikan 3 hal : Memperhatikan tingkat kepuasan yang di capai melalui produk atau pelayanan, memperhatikan kebijakan yang telah ditetapkan oleh manajemen organisasi, berhubungan dengan fungsi komunikasi tradisional dari staff public relation. Di dalam organisasi PR harus menggunakan strategi :
-          Credibility (kredibilitas)                - Continuty and Consistency
-          Contex (kontek)                            - Channel (saluran)
-          Content (isi)                                  - Capability of the Audience
-          Clariry (kejelasan)
-          Liaison
-          Isolate

2.      KEDUDUKAN DAN STRATEGI PUBLIC RELATIONS
Kedudukan humas dalam organisasi sebagai :
-          Informan : menyampaikan pesan sesuai dengan kebutuhan
-          Mediator : berupaya untuk membentuk sikap, dan pendapat yang positif dari khalayak melalui rangsangan tertentu.
-          Mempengaruhi : PR berusaha mempengaruhi masyarakat utuk berperan dalam aktifitas perusahaan atau organisasi agar terciptanya perubahan sikap dan penilaian.
-          Pencitraan : humas harus menjaga nilai baik atau citra baik perusahaan.

3.      PROGRAM KERJA DAN AKTIFITAS HUMAS
Program kerja adalah suatu rancangan PR mengenai kegiatan yang akan  di jalankan oleh organisasi atau perusahaan yang terarah, terpadu, dan tersistematis. Sedangkan aktivitas adalah usaha yang dilakukan PR dalam sebuah organisasi atau perusahaan untuk membantu  melancarkan jalannya kegiatan perusahaan. Tujuan dari proses perencanaan program kerja humas untuk mengelola berbagai aktifitas humas agar dapar terwujud.

4.      MANAJEMEN KRISIS
Manajemen dapat di gunakan dalam berbagai semua bidang. Teori manajemen krisis umumnya didasarkan atas bagaimana menghadapi krisis (crisis borgaining and negotiation), membuat keputusan di saat krisis/masalah (crisis decision making), dan memantau krisis (crisis dynamics). Beberapa yang sering terjadi krisis dalam perusahaan atau organisasi, yaitu : krisis keuangan, krisis Public Relations, dan krisis strategi. Disisnilah para PR harus bisa menyelesaikan krisis/problem. Untuk menyelesaikan krisis, manajemen harus memiliki crisis management plans yang didesain secara teliti untuk menghadapi berbagai level krisis yang mungkin terjadi.

5.      MENGHADAPI KRISIS PUBLIC RELATION
Krisis memiliki beberapa sumber, yaitu :
-          Kondisi darurat yang datang mendesak
-          Sesuatu yang membuat panik, kerusakan, dan pemogokan
-          Rumor buruk tentang perusahaan
-          Berbagai masalah yang ditimbulkan public dalam dan luar
Langkah mengatasi krisis public relations :
-          Perusahaan yang sedang mengalami krisis sebaiknya cepat memberi respon kepada public
-          Perusahaan harus memberikan informasi yang jujur karena public akan lebih mudah memaafkan kesalahan apabila perusahaan itu jujur daripada perusahaan tersebut berbohong
-          Perusahaan harus selalu informatif
-          Peduli pada korban krisis
-          memelihara hubungan baik
PR and the law an uneasy alliance : Publikasi dan public relations menjadi sangat penting khususnya menyangkut perbaikan citra bagi tokoh publik yang memiliki masalah dengan hukum.
Strategi public relations dalam merespon krisis :
-          Menyerang pihak yang memojokkan perusahaan dengan memberikan fakta yang mendukung dan menjelaskan kepada public bahwa tuduhan itu tidak beralasan.
-          Perusahaan bisa merespon krisis dengan melakukan penyangkalan.
-          Pilihan respon selanjutnya adalah dengan melakukan pembenaran.
-          Reaksi berikutnya perusahaan berusaha untuk meraih simpati public.
-          Perusahaan berjanji untuk memperbaiki kesalahannya dengan melaukan tindakan yang benar.
-          Respon terakhir  yaitu permintaan maaf.

6.      MEDIA RELATIONS DI SAAT KRISIS
PP sebagai juru bicara perusahan :
a.    Mereka yang dapat memberikan informasi secara cepat, dan  rinci kepada media ditengah terpaan badai krisis.
b.    Diam akan membuat media marah dan menambah masalah.
c.    Juru bicara yang tidak berpengalaman dan menggunakan bahasa emosi akan memperburuk keadaan.
d.   Kebanyakan pr profesional mempertimbangkan aturan.
e.    Informasi disebar luaskan secara cepat.
Pendekatan yang dilakukan  dalam berkomunikasi saat krisis meliputi :
-          memberikan informasi secepatnya kepada publik
-          off the record apabila informasi tersebut membahayakan anda
-          terbuka, peduli , dan tidak defensif
-          katakan hal yang penting dan ulangi berkali-kali
-          jangan berperang dengan media
-          buatlah diri anda sebagai satu-satunya sumber yang tepercaya
-          tetap tenang, selalu mengatakan yag sebenarnya dan bekerja sama

Persiapan yang harus dilakukan oleh PR sebelum bertemu dengan media :
-          Mengumpulkan fakta
-          Jangan panik
-          Memiliki juru bicara yang dapat menjawab pertanyaan media
-          Menjaga citra organisasi
-          Ada informasi yang tidak bisa diumumkan 
Adapun manfaat media relations adalah sebagai berikut :
-          Membangun pemahaman
-          Membangun kepercayaan
-          Penyampaian/perolehan informasi

7.      MANAJEMEN ISU
Isu adalah peristiwa yang terjadi di luar kendali perusahaan, yang berdampak pada tujuan strategis perusahaan, core business nya dan keberadaan perusahaan yang mungkin memerlukan respons tertentu dari perusahaan. Gosip adalah obrolan tentang orang-orang lain; cerita negatif tentang seseorang; pergunjingan. Rumor juga bisa dikatakan sebagai indikasi bahwa ada sesuatu yang salah dalam masyarakat. "Kalau yang bermunculan rumor politik, berarti terjadi ketidakstabilan politik dalam masyarakat."
Munculnya sebuah isu biasanya disebabkan oleh :
-          Ketidakpuasan sekelompok masyarakat
-          Terjadinya peristiwa dramatis
-          Perubahan sosial
-          Kurang optimalnya kekuatan pemimpin
Manajemen isu adalah suatu proses manajemen yang bertujuan untu membantu :
-          Melestarikan pasar
-          Mengurangi resiko
-          Menciptakan peluang, dan
-          Mengelola citra sebagai aset organisasi/perusahaan, baik untuk kepentingan organisasi itu sendiri maupun para stakeholder.
Pendekatan Manajemen Isu :
a.       Pendekatan Sistem (System Approach)
Sebuah sistem dimana semua bagian saling berhubungan dan berinteraksi satu sama lain. Dalam pendekatan ini ada dua tujuan manajemen isu :
- manajemen isu berupa meminimalisasi “ kejutan ”
- mempromosikan respon yang sistematis
b.      Pendekatan Stratejik (Strategic Reduction of Uncertainty Approach)
pendekatan ini menekankan pada orientasi kognitif aksi organisasi dan perilaku pribadi.
c.       Pendekatan Retoris (Rethorical Approach) dikemukakan oleh Chase, Jones, dan Crane.
Ø Pendekatan model proses manajemen isu berasumsi bahwa organisasi memiliki wewenang yang sama dengan pemerintah ketika berhubungan         dengan penciptaan kebijakan public.
Ø Mereka memandang manajemen isu sebagai masalah yang belum     terselesaikan dan siap untuk sebuah keputusan.
Ø Mereka merekomendasikan 3 strategi respon terhadap isu, yaitu : reaktif,    adaptif, dan catalystic.
d.      Pendekatan Teritegrasi dikenalkan oleh Taylor, Vasques, dan Doorley.

8.      MEMBANGUN CITRA DAN REPUTASI PERUSAHAAN
Frank Jeffkins menyebutkan bahwa terdapat beberapa jenis citra yaitu:
-          Citra bayangan
-          Citra yang berlaku
-          Citra yang diharapkan
-          Citra perusahaan
-          Citra Majemuk
Mengkomunikasikan citra lewat media
Dalam buku Kotler, media utama mengkomunikasikan citra adalah:
Ø  Lambang
Ø  Media
Ø  suasana
Ø  peristiwa
Peran dan Manfaat citra bagi perusahaan. Setiap perusahaan harus mempunyai citra dimasyarakat dan citra itu Sendiri dapat berperingkat baik, sedang atau buruk. Thomas Fuller (1654-1734) Mengatakan “Reputasi yang baik adalah suatu tanggung jawab yang besar.”
Semua pembahasan diatas membahas tentang bagaimana seorang PR bekerja dalam perusahaan/organisasi untuk menyelesaikan masalah maupun menciptakan peluang demi perusahaan atau organisasi. Karena semua organisasi atau perusahaan membutuhkan humas. Jikalau humasnya bekerjanya benar sesuai dengan yang diharapkan perusahaan atau organisasi maka perusahaan tersebut akan maju.
Dan bagian PR menyelesaikan krisis atau pun masalah dengan benar dan fakta-fakta yang nyata dilapangan jangan mengada-ngada. Hubangan pembahasan diatas dengan perencanaan humas adalah dengan kita mempelajari semua ini, kita mengetahui bagaimana cara kerja humas yang benar dan menyelesaikan masalah dengan mengatur strategi yang baik supaya semua yang akan di capai dengan keberhasilan.





resumematakuliahperencanaanhumas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar